Memasak dengan garam 2 sendok teh tidak harus mahal. Coba resep hemat, enak, dan mengenyangkan ini.
Sayap ayam dipadu dalam harmoni rasa manis, gurih, dan wangi—diolah dengan gaya khas gongso: ditumis hingga bumbu benar-benar meresap tanpa berkuah. Sayap dibelah, dimarinasi dengan kecap asin, saus tiram, minyak wijen, garam, merica, lalu digoreng hingga keemasan, mencipta kelembutan berbalut aroma kaya. Selanjutnya, tumis paprika merah dan hijau bersama bawang, sebentar saja—cukup untuk menyatukan rasa—tambahkan sedikit kecap hitam untuk kilap dan cita rasa mendalam.
Hidangan pembuka, asam manis
Gurihnya tahu yang dipadatkan menyelimuti telur puyuh mungil, menghasilkan harmoni lembut dan tekstur menarik dalam setiap gigitan. Aroma bawang putih dan merica menambah kekayaan rasa, sementara keemasan kulit luar memberikan sensasi renyah yang membangkitkan selera. Ketika digigit, telur puyuh mengejutkan dengan kelembutan yang kontras — seolah menyimpan sentuhan klasik dalam hidangan modern. Hidangan ini tampil elegan sekaligus hangat, mengundang untuk disantap dalam suasana santai penuh nostalgia.
Kue Bugis Ubi Ungu Isi Unti Kelapa ini adalah jajanan pasar klasik dengan sentuhan warna ungu yang cantik. Kulitnya lembut-kenyal dengan rasa ubi yang ringan, lalu begitu digigit muncul isian unti kelapa manis legit beraroma pandan—hangat, wangi, dan bikin nostalgia. Paling nikmat disantap saat masih sedikit hangat, teman pas untuk teh atau kopi di sore hari.
Kehalusan telur kukus berpadu dengan warna cerah wortel dan brokoli, menciptakan tekstur yang lembut sekaligus menggigit. Aroma bawang putih dan kecap bermain dalam tiap lapisan, memberi sentuhan gurih dan hangat. Taburan wijen dan paprika merah menambahkan dimensi visual dan rasa, sementara setiap potongan terasa ringan tetapi memuaskan. Hidangan ini sederhana namun berlapis — pas untuk menyajikan kehangatan dan nutrisi di setiap gigitan.
Tumis terong dengan daging cincang adalah terong iris ditumis bersama daging sapi/ayam cincang, bawang putih, bawang merah, dan cabai hingga harum. Tambahkan kecap manis, saus tiram, garam, merica, dan sedikit air, masak sampai terong empuk dan bumbu meresap. Hasilnya hidangan bercitarasa gurih-pedas dengan tekstur terong lembut dan daging yang kaya rasa.
Resep ini adalah gulungan daging sapi rasa gurih-manis berisi jamur enoki dan daun bawang. Irisan daging sapi tipis dibumbui jahe, bawang putih, bubuk cabai, garam, lada, tepung tapioka, saus tiram, kecap asin, minyak wijen, dan gula, lalu diberi lapisan jamur enoki yang sudah direbus sebentar serta irisan daun bawang sebelum digulung rapat. Gulungan digoreng di atas api kecil hingga permukaannya kecokelatan, kemudian dilumuri sisa saus (kecap, saus tiram, gula, bumbu, dan tepung) hingga mengental menjadi lapisan mengilap. Terakhir, taburan irisan daun bawang segar dan sedikit bubuk cabai menambah sentuhan pedas. Hasilnya daging empuk dengan inti jamur lembut dan selimut saus umami yang lengket—cocok sebagai hidangan pembuka pesta atau lauk utama.
Gorengan bakwan berbentuk bulat dengan tepi renyah—sebuah pijakan gurih yang menyambut telur ceplok yang terselip rapi di tengahnya. Saat digigit, sensasi kriuk tepungnya berpadu dengan lembutnya kuning telur yang mulai mencair, menciptakan perpaduan rasa hangat dan memikat. Aroma bawang putih dan ketumbar menguar lembut, sedangkan sayuran segar seperti wortel dan kol memberikan lapisan tekstur yang segar dan penuh karakter. Sajian ini siap jadi bintang di meja, memikat dengan kesederhanaannya yang “wow”—sempurna sebagai camilan istimewa atau teman santai di sore hari.
Aroma panas rempah segera memikat sejak pertama kali menghadirnya: kelapa parut yang digoreng hingga berwarna keemasan berpadu harmonis dengan serat ayam suwir lembut. Setiap butir serundeng membawa keseimbangan rasa manis dari gula merah, sentuhan asam dari air asam jawa, dan kehangatan rempah—bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe rawit, serta kunyit dan ketumbar—yang meresap merata. Wangi daun jeruk, lengkuas, dan serai menyelubungi aroma keseluruhan, menciptakan nuansa wangi tropis yang memikat. Cita rasanya adalah tarian tekstur: renyah, gurih, dan harum, dengan lapisan rasa kompleks—manis, gurih, pedas, dan segar—yang sempurna untuk menemani nasi hangat atau sebagai cemilan bersantai. Sajian ini meredefinisi klasik, tetap akrab namun meninggalkan jejak rasa yang mendalam.
Wingko Babat adalah jajanan tradisional khas Jawa berbahan dasar kelapa parut dan tepung ketan, dipanggang di atas wajan hingga permukaannya kecokelatan. Teksturnya lembut dengan rasa gurih manis yang khas, menjadikannya camilan sederhana namun istimewa untuk menemani waktu santai bersama keluarga.
Tekstur tuna yang lembap dan kenyal berpadu harmoni dengan bumbu hangat khas garam masala, lada, dan sedikit cabai, menciptakan sensasi rasa yang dalam dan menggoda. Aromanya lembut namun kaya, berbalut harum daun ketumbar dan daun bawang yang menambah lapisan segar. Setiap potongan — keemasan di luar, lembut di dalam — disajikan sempurna dengan perasan lemon segar yang menambah kilau rasa tajam, menjadikannya pilihan ideal untuk camilan istimewa atau santapan ringan penuh cita rasa.